Selasa, 17 Januari 2017

IBU



Ibu, apa yag pertama kali dibenak kalian muncul, mungkin tidak sedikit yang akan mengatakan bahwa ibu itu sosok yang bawel, erewet, galak, dan sebagainya lah, tidak sedikit pula yang menyatakan ibu itu jahat dari sudut pandang mereka, nyebelin, biking ga mood, dan yaaah seperti itu lah, dan mungkin saya jua salah satunya yang berkata demikian, karena ada beberapa hal yang terjadi antara saya dan ibu, sehingga membuat saya berfikiran atau berpresepsi demikian sesekali waktu, tapi saya maklumi, karena ibu tidak tahu, ibu masih berpandangan seperti orang lalu, karena ibu dahulu di didik oleh almarhum simbah sepertiitu, maka tidaklah salah bila ibu seperti itu.
Ibu selalu beranggapan bahwa apa yang Beliau pilih ada lah sudah tepat, benar untuk anak, dan harus dilakukan seperti itu, tanpa menayai dahulu atau berbincang dahulu dengan anak, dahulu saya selalu menentangnya bila sangat tidak sesuai dengan saya, seiring berjalannya waktu, sayapun mulai menyadari dan memaklmi, karena ya memang seperti itulah ibu dahulu dididik, apapun yang dikatakan oleh simbah entah itu seuai atau tidak dengan kemauan anak, harus tetap dilakukan.
Tapi taukah anda, dan jujur saya sendiri pun jua sebenarnya menyadari jauh-jauh hari, bila apa yang ia lakukan adalah semata-mata untuk kebaikan anaknya, ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, taukah anda, bukan itu saja perjuangan seorang ibu demi anaknya, coba lihat kebelakang, sejauh usia anda saat ini, ingat dan rasakan.
Ibu tak keberatan berjihad dengan nyawa utk melahirkan saya dan anda semua, membawa kesna kemari ketika di dalam kandungan, merawat, hingga kita temui dunia yang sekarang ini, memang benar bila sebuah hadits mengatakan bahwa "surga terletak di bawah telapak kaki ibu". Ketulusan dan kebesaran hatinya mengantarkan pada ijabah dan nasihat/wejangan yg menjadi penuntun hidup. Dalam tegar dan keihlasnya terselip segala letih yg tak dihiraukan. Bagi ibu menyayangi dan disayangi adalah pengusir letih yg selalu diharapkan.
Kedamaian dan sarat akan kasih sayang menghias pada sebuah sosok bernama ibu. Ya, ibu adalah panggilan untuk wanita yang menjadi penaung, pelayan dan penguat yg tulus. Dengan segala nalurinya menjadi orang yang selalu bisa dan ada untuk org terdekat, yaitu keluarga. Segala predikat keahlian ia miliki dengan naluri halusnya, dia pahlawan untuk anak, suami dan keluarganya. Dia guru dan sekolah terbaik untuk anak, dia koki hebat yg selalu siap dengan sajian makanan khas yang penuh kasih, dia manager yg hebat, mengurus segala kebutuhan keluarga tanpa letih. Do'a dan harapan agung selalu mengalir dalam sujudnya utk anak, suami dan keluarganya.
Beliau selalu menjadi orang pertama dalam kita mengadu, mulai dari digigit nyamuk, dijahili teman, dinakali teman, higga dikhinati pacar, tetapi ketika sudah beranjak dewasa, kita malah sekan melupakan jasa-jasanya, malah melawan menentangnya bahkan ada yang berani membentaknya, lantas apa yang sudah anda berikan kepapda ibu ?, oke, minimal prestasi saja, apa prestasi anda yang bisa buat ibu bahagia ? sudah kah anda mengukir setidaknya satu prestasi yang membahagiakannya ?, sehingga berlaku seperti itu, salah apa beliau ? memang, ibu terkadang menyebalkan, bawel, galak, judes, jutek, dan segala tetek bengek lainnya yang pokoknya dimata anak anak bikin geregetan, apa lagi bila tidak sesuai.
Berkata kasar menjadi hal yang wajar, ttapi sadarkah kalian semua, anda semua, ibu melakukan itu semua pun demi kebakan kita/anak jua, demi melindungi dan menjaga dari kejam dan liarnya dunia saat ini, pergaulan yang semakin salah, saya akan beri satu contoh sederhana, pernahkah anda berfikir simple, bila saya menjadi ibu saat ini, dan memiliki anak gadis/perjaka, bagai mana anda menjaganya ?, terapkan dengan perilaku anda kepadanya, diingatkan, mengacuhkan, diberitahu/nasehati, anda marah, dan sebagainya.
Sedangkan anda semua tahu bagaimana keadaan pergaulan remaja saat ini, seks bebasa, narkoba, dan sebainya, tidakkah anda merasa was-was dan khawatir seperti ibu anda ?, itu adalah seclumit kecil saja, masih banyak lainnya, maka, masukan dari saya, terserah anda semua sebagai pembaca mau menerianya atau tidak, hormatilah sedikit saja ibu anda, karena hanya dengan begitu, anda sudah memberikan sebagian dari kebahagiaan ibu anda.