Ibu, apa yag
pertama kali dibenak kalian muncul, mungkin tidak sedikit yang akan mengatakan
bahwa ibu itu sosok yang bawel, erewet, galak, dan sebagainya lah, tidak
sedikit pula yang menyatakan ibu itu jahat dari sudut pandang mereka, nyebelin,
biking ga mood, dan yaaah seperti itu lah, dan mungkin saya jua salah satunya
yang berkata demikian, karena ada beberapa hal yang terjadi antara saya dan
ibu, sehingga membuat saya berfikiran atau berpresepsi demikian sesekali waktu,
tapi saya maklumi, karena ibu tidak tahu, ibu masih berpandangan seperti orang
lalu, karena ibu dahulu di didik oleh almarhum simbah sepertiitu, maka
tidaklah salah bila ibu seperti itu.
Ibu selalu
beranggapan bahwa apa yang Beliau pilih ada lah sudah tepat, benar untuk anak,
dan harus dilakukan seperti itu, tanpa menayai dahulu atau berbincang dahulu
dengan anak, dahulu saya selalu menentangnya bila sangat tidak sesuai dengan
saya, seiring berjalannya waktu, sayapun mulai menyadari dan memaklmi, karena
ya memang seperti itulah ibu dahulu dididik, apapun yang dikatakan oleh simbah
entah itu seuai atau tidak dengan kemauan anak, harus tetap dilakukan.
Tapi taukah
anda, dan jujur saya sendiri pun jua sebenarnya menyadari jauh-jauh hari, bila
apa yang ia lakukan adalah semata-mata untuk kebaikan anaknya, ingin memberikan
yang terbaik untuk anaknya, taukah anda, bukan itu saja perjuangan seorang ibu
demi anaknya, coba lihat kebelakang, sejauh usia anda saat ini, ingat dan
rasakan.
Ibu tak
keberatan berjihad dengan nyawa utk melahirkan saya dan anda semua, membawa
kesna kemari ketika di dalam kandungan, merawat, hingga kita temui dunia yang sekarang
ini, memang benar bila sebuah hadits mengatakan bahwa "surga terletak di
bawah telapak kaki ibu". Ketulusan dan kebesaran hatinya mengantarkan pada
ijabah dan nasihat/wejangan yg menjadi penuntun hidup. Dalam tegar dan
keihlasnya terselip segala letih yg tak dihiraukan. Bagi ibu menyayangi dan
disayangi adalah pengusir letih yg selalu diharapkan.
Kedamaian dan
sarat akan kasih sayang menghias pada sebuah sosok bernama ibu. Ya, ibu adalah
panggilan untuk wanita yang menjadi penaung, pelayan dan penguat yg tulus.
Dengan segala nalurinya menjadi orang yang selalu bisa dan ada untuk org
terdekat, yaitu keluarga. Segala predikat keahlian ia miliki dengan naluri
halusnya, dia pahlawan untuk anak, suami dan keluarganya. Dia guru dan sekolah
terbaik untuk anak, dia koki hebat yg selalu siap dengan sajian makanan khas
yang penuh kasih, dia manager yg hebat, mengurus segala kebutuhan keluarga
tanpa letih. Do'a dan harapan agung selalu mengalir dalam sujudnya utk anak,
suami dan keluarganya.
Beliau selalu
menjadi orang pertama dalam kita mengadu, mulai dari digigit nyamuk, dijahili
teman, dinakali teman, higga dikhinati pacar, tetapi ketika sudah beranjak
dewasa, kita malah sekan melupakan jasa-jasanya, malah melawan menentangnya
bahkan ada yang berani membentaknya, lantas apa yang sudah anda berikan kepapda
ibu ?, oke, minimal prestasi saja, apa prestasi anda yang bisa buat ibu bahagia
? sudah kah anda mengukir setidaknya satu prestasi yang membahagiakannya ?,
sehingga berlaku seperti itu, salah apa beliau ? memang, ibu terkadang
menyebalkan, bawel, galak, judes, jutek, dan segala tetek bengek lainnya
yang pokoknya dimata anak anak bikin geregetan, apa lagi bila tidak sesuai.
Berkata kasar
menjadi hal yang wajar, ttapi sadarkah kalian semua, anda semua, ibu melakukan
itu semua pun demi kebakan kita/anak jua, demi melindungi dan menjaga dari
kejam dan liarnya dunia saat ini, pergaulan yang semakin salah, saya akan beri
satu contoh sederhana, pernahkah anda berfikir simple, bila saya menjadi ibu
saat ini, dan memiliki anak gadis/perjaka, bagai mana anda menjaganya ?, terapkan
dengan perilaku anda kepadanya, diingatkan, mengacuhkan, diberitahu/nasehati,
anda marah, dan sebagainya.
Sedangkan anda
semua tahu bagaimana keadaan pergaulan remaja saat ini, seks bebasa, narkoba,
dan sebainya, tidakkah anda merasa was-was dan khawatir seperti ibu anda ?, itu
adalah seclumit kecil saja, masih banyak lainnya, maka, masukan dari
saya, terserah anda semua sebagai pembaca mau menerianya atau tidak, hormatilah
sedikit saja ibu anda, karena hanya dengan begitu, anda sudah memberikan sebagian
dari kebahagiaan ibu anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar