Minggu, 17 Januari 2016

Why Psychology ?



Mungkin bagi sebagian orang mendapatkan apa yang di inginkan adalah suatu kenikmatan, suatu apa yah, mungkin bsa dibilang, yah ini lah pilihan ku, jalanku, tapi tidak bagiku, saya selalu mendapatkan apa yag sebenarnya tidak selalu ku inginkan, seperti contohnya ketika saya mengambil juarusan dalam perkuliahanku, sebelumnya, saya adala anak yang memiliki minat dan bakat diluar fakultas atau juarusan yang sedang ku ambil saat ini, saya lebih bisa menikmati dan tertarik dibidang lain, karena saya merasa buat apa kuliah lama-lama kalau akhirnya mengganggur. Dahulu, saya lebih menyukai dengan hal-hal yang berbau tekhnik, karena saya memiliki pendapat, saya bisa berkuliah dan bekerja sekaligus, langsung menerapkan ilmunya, dan bisa jua langsung mendapatkan keuntungan finansial. Dahulu semua ku ukur dengan takaran finansial, karena selama ini saya hidup dalam keadaan yang keras, jadi yang selalu saya pikirkan adalah hanya finansial, finansial dan finansial saja, tapi tuhan berkehendak lain, saya malah dibimbing untuk masuk ke fakultas psikologi, dan disinilah kisah saya dimulai.
Pada diawal perkuliahan, saya merasa, “ah apa sih ni, apa bagusnya sih psikologi, mending-mending balik ke mesin, balik pegang mesin bubut, mesin milling, mesin las, atau di depan computer sembari ber-otak atik ria dikepala dengan sekumpulan script, dan sudah pasti bakal dapet duit, disisi lain, jua gak kehilangan ilmunya”  hal itu terus terjadi sampai saya masuk pada semester ketiga perkulian di fakultas ini, akhirnya saya menemukan sutu yang tidak saya temukan sebelumnya, sesuatu yang tak pernah terpikirkan, banyak hal yang saya temukan disini, mulai dari bagaimana untuk memahami orang lain, dari empati yang terbentuk ketika mendengarkannya, dari empati itulah saya mulai terketuk, kebahagiaan sebenarnya bukan terletak hanya apda materialnya saja, finansialnya saja seperti yang saya fikirkan dahulu, sedikit demi sedikit, saya mulai menyukai biadang yang saya geluti ini, mulai menyukai apa saja yang ada dilamnya.
Bagi teman-teman pembaca yang membaca ini, jangan salah, jangan anda sepelekan anak-anak psikologi, yaaah, raketang Cuma jadi bahan bullying bila anak psikologi itu jurusan perdukunan, yap, tidak apa-apa, its okay, memang iya saya katakan, dan ini lah yang saya suka, kami anak psikologi, bisa mengetahui kepribadian kalian hanya dengan memandang wajah kalian, yap, benar, itu memang bisa kami lakukan, karena kami memiliki ajian Fisiogomi dimana kami bisa mngetahui keribadaian dari wajah seseorang, mulai dari bentuk wajah, alis, hidung, mata, bibir, telinga, kami bisa membaca itu, ada lagi, kami bisa mengetahui anda-anda sekalian apakah jujur atau berbohong, karena kami memiliki ajian Micro ekspresi yang bisa berfungsi seperti alat Poligraf sebagai pendeteksi kebohongan, dan dengan mikro ekspresi itu pula, kami dapat mengerti lebih dalam anda seperti apa, kepribadian kalian, apa yang kalian tutupi, apa yang kalian takuti dan sebagainya, masih banyak lagi hal hal lain yang sebenarnya bisa saya ceritakan disini, tapi mungkin tidak cukup missal walau sehari untuk berbicara mengenai hal ini.
Mungkin bila anda penasaran dengan salah satu keunikan dalam psikologi, ada satu yang bisa teman-teman pembaca coba, yaitu adalan tes Kokologi, adalah sebuah permainan untuk mengetahui karakter sesorang. Secara harfiah, kokologi berasal dari gabungan bahasa Jepang, kokoro yang berarti pikiran, semangat, dan perasaan, juga dari bahasa Yunani, logia yang berarti ilmu. Jadi dapat diartikan bahwa kokologi adalah permainan psikologi yang digunakan untuk mengetahui emosi dan tingkah laku seseorang. Fokus dari permainan ini adalah menganalisis kondisi psikis seseorang berdasarkan teori psikologi Freud dan Jung.Mengapa kokologi ini bisa disebut permainan? Soalnya pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam kokologi ini sifatnya fun. Pertanyaannya bakal memaksa kamu berimajinasi juga lho. Pokoknya permainan kokologi ini seru banget deh, makanya, bila teman-teman pembaca adalah seorang yang yang baru saja lulus, dan bingung memilih jurusan, saya berimasukan, anda bisa masuk ke psikologi, dan sebenarnya, psikologi itu flexible, bisa dimana saja, bagai mana ? keren kan ? anda berminat ? kuliahlah di fakultas psikologi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar