Mungkin bagi
sebagian orang mendapatkan apa yang di inginkan adalah suatu kenikmatan, suatu
apa yah, mungkin bsa dibilang, yah ini lah pilihan ku, jalanku, tapi tidak
bagiku, saya selalu mendapatkan apa yag sebenarnya tidak selalu ku inginkan,
seperti contohnya ketika saya mengambil juarusan dalam perkuliahanku,
sebelumnya, saya adala anak yang memiliki minat dan bakat diluar fakultas atau juarusan
yang sedang ku ambil saat ini, saya lebih bisa menikmati dan tertarik dibidang
lain, karena saya merasa buat apa kuliah lama-lama kalau akhirnya mengganggur. Dahulu,
saya lebih menyukai dengan hal-hal yang berbau tekhnik, karena saya memiliki pendapat,
saya bisa berkuliah dan bekerja sekaligus, langsung menerapkan ilmunya, dan
bisa jua langsung mendapatkan keuntungan finansial. Dahulu semua ku ukur dengan
takaran finansial, karena selama ini saya hidup dalam keadaan yang keras, jadi
yang selalu saya pikirkan adalah hanya finansial, finansial dan finansial saja,
tapi tuhan berkehendak lain, saya malah dibimbing untuk masuk ke fakultas
psikologi, dan disinilah kisah saya dimulai.
Pada diawal
perkuliahan, saya merasa, “ah apa sih ni, apa bagusnya sih psikologi,
mending-mending balik ke mesin, balik pegang mesin bubut, mesin milling, mesin
las, atau di depan computer sembari ber-otak atik ria dikepala dengan
sekumpulan script, dan sudah pasti bakal dapet duit, disisi lain, jua gak
kehilangan ilmunya” hal itu terus
terjadi sampai saya masuk pada semester ketiga perkulian di fakultas ini,
akhirnya saya menemukan sutu yang tidak saya temukan sebelumnya, sesuatu yang
tak pernah terpikirkan, banyak hal yang saya temukan disini, mulai dari
bagaimana untuk memahami orang lain, dari empati yang terbentuk ketika
mendengarkannya, dari empati itulah saya mulai terketuk, kebahagiaan sebenarnya
bukan terletak hanya apda materialnya saja, finansialnya saja seperti yang saya
fikirkan dahulu, sedikit demi sedikit, saya mulai menyukai biadang yang saya
geluti ini, mulai menyukai apa saja yang ada dilamnya.
Bagi
teman-teman pembaca yang membaca ini, jangan salah, jangan anda sepelekan
anak-anak psikologi, yaaah, raketang Cuma jadi bahan bullying bila anak
psikologi itu jurusan perdukunan, yap, tidak apa-apa, its okay, memang iya saya
katakan, dan ini lah yang saya suka, kami anak psikologi, bisa mengetahui
kepribadian kalian hanya dengan memandang wajah kalian, yap, benar, itu
memang bisa kami lakukan, karena kami memiliki ajian Fisiogomi dimana
kami bisa mngetahui keribadaian dari wajah seseorang, mulai dari bentuk wajah,
alis, hidung, mata, bibir, telinga, kami bisa membaca itu, ada lagi, kami bisa
mengetahui anda-anda sekalian apakah jujur atau berbohong, karena kami memiliki
ajian Micro ekspresi yang bisa berfungsi seperti alat Poligraf
sebagai pendeteksi kebohongan, dan dengan mikro ekspresi itu pula, kami dapat
mengerti lebih dalam anda seperti apa, kepribadian kalian, apa yang kalian
tutupi, apa yang kalian takuti dan sebagainya, masih banyak lagi hal hal lain
yang sebenarnya bisa saya ceritakan disini, tapi mungkin tidak cukup missal
walau sehari untuk berbicara mengenai hal ini.
Mungkin bila
anda penasaran dengan salah satu keunikan dalam psikologi, ada satu yang bisa
teman-teman pembaca coba, yaitu adalan tes Kokologi,
adalah sebuah permainan untuk mengetahui karakter sesorang. Secara harfiah,
kokologi berasal dari gabungan bahasa Jepang, kokoro yang berarti pikiran,
semangat, dan perasaan, juga dari bahasa Yunani, logia yang berarti ilmu. Jadi
dapat diartikan bahwa kokologi adalah permainan psikologi yang digunakan untuk
mengetahui emosi dan tingkah laku seseorang. Fokus dari permainan ini adalah
menganalisis kondisi psikis seseorang berdasarkan teori psikologi Freud dan
Jung.Mengapa kokologi ini bisa disebut permainan? Soalnya pertanyaan-pertanyaan
yang ada di dalam kokologi ini sifatnya fun. Pertanyaannya bakal memaksa
kamu berimajinasi juga lho. Pokoknya permainan kokologi ini seru banget deh,
makanya, bila teman-teman pembaca adalah seorang yang yang baru saja lulus, dan
bingung memilih jurusan, saya berimasukan, anda bisa masuk ke psikologi, dan
sebenarnya, psikologi itu flexible, bisa dimana saja, bagai mana ? keren kan ?
anda berminat ? kuliahlah di fakultas psikologi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar